FuntastiKorea
  • Home
  • About Me
  • Home
  • Bahasa Korea
    • Tata Bahasa
      • Beginner
      • Intermediate
      • Advanced
    • Test TOPIK
    • Kosakata
  • Study in Korea
  • Life in Korea
  • Translate Challenge
    • Berita dan Cerita
    • Lirik Lagu
    • Percakapan Acara
  • Hiburan
    • Kpop dan Lirik
    • Korea Drama
    • Artis
    • Fakta dan Budaya
Showing posts with label Study in Korea. Show all posts
Showing posts with label Study in Korea. Show all posts

Tuesday, October 9, 2018

Mengatasi Sulitnya Cari Makanan Halal di Korea

 Youthism     8:34 AM     Life in Korea, Study in Korea, Wisata Korea     7 comments   

안녕하세요...



Saya akan posting tema-tema dari pertanyaan-pertanyaan yang kalian tuliskan ya ^^ Sebelumnya terima kasih sudah berkunjung di blog-ku. Stay tune, karena aku masih punya banyak materi lainnya..

Nah kali ini aku bahas dulu soal makanan halal. Saya ngerti perasaan kalian yang akantinggal atau berkunjung di Korea tapi kepo banget soal makanannya. Secara, Korea adalah negara non-muslim yang tradisi dan budaya jauh berbeda dengan kita termasuk makanannya.

Dan jika seseorang bertanya tentang hal yang paling tidak cocok, paling membuat saya tidak nyaman disini maka saya akan menjawab, 음식(eumsik) alias makanannya.

Selain di lidah saya nggak cocok, babi dan alkohol tersebar dimana mana. Kalian akan mengalami DILEMA hebat setibanya di Korea soal makanan.

Bisa dibilang mereka itu babi lovers ya... Sebagian besar makanan ada babinya, yang nggak ada babinya ada hewaninya (hewani  selain babi di Korea belum bisa dikategorikan halal karena cara penyembelihan yang berbeda dg aturan syar'i), yang nggak ada babi dan hewaninya, tapi ada alkoholnya. Makanan yang notabene seafood pun ada babinya, makanan yang notabene hewan selain babi pun ada alkoholnya. Pusiiiing pala barbie...

Belum lagi nih, mereka kan detail banget, menyantumkan mengenai mesin pembuatan, disana mereka mencantumkan bahwa produk tersebut di produksi dengan



Setiap orang yang bertemu dengan saya selalu bertanya, "Kamu gimana makannya disini?"

Yah... pertanyaan yang gampang-gampang sulit. Saya terkadang

TIPS MAKAN MAKANAN HALAL DI KOREA 

Buat yang strict, bukan strict sih tapi buat orang yang sangat baik hatinya karena mau menjaga ke halalan makanannya, maka tips-tips ini mungkin nggak 100% akurat tapi semoga membantu.

1. Untuk Wisatawan

Untuk wisatawan, saya rasa sedikit mudah karena anda-anda hanya akan tinggal di Korea dalam hitungan hari saja, dan itu bukan masalah besar, meski bikin ribet juga kalau jadi masalah. Karena beberapa muslim ada yang ketat menjaga ke halal-an makanannya, sehingga roti, mie instan, maupun makanan laut di Koreapun tetap mengundang ke bimbangan sehingga saran saya...


a. Bekal di rumah lauk-lauk kering yang ringan dan nggak gampang bau.
Nggak perlu bawa rice cooker atau beras. Karena di Korea sudah ada nasi instan (햇반 'hetban'), kalau mie instannya insya Allah amaaan... halaaal.



b. Bawa sambel ato bon cabe karena seperti beberapa orang Indonesia yang pernah berkunjung ke Korea, mungkin akan kurang sreg dengan cita rasa makanan Korea yang rasanya kadang terasa hambar atau bikin eneg, sehingga ini bisa jadi alternatif.

c. Mie instan juga bisa jadi alternatif, untuk bertahan hidup beberapa hari ke depan, hehehe. Kalau takut nggak bisa masak, mungkin bawa saja pop mie. Meski sebenarnya indomie juga dijual di Korea, tapi tidak mudah di temukan.

d. Ada 'telur rebus' (계란 'gyeran') dan macam telur dadar gulung (계란말이 'gyeran mari') yang dijual di convenience store macam seven eleven. CU atau GS 25. Meski sebenarnya harganya relatif mahal daripada 1 pan telur isi 30 butir, tapi yah namnya traveling butuh perjuangan. hehehe..


e. Kimchi dalam kemasan juga ada, buat lauk  sayurannya, tapi nggak sedap sih makan nasi sama kimchi doank...


Hahh.... itu doaaankkk?? Ketika saya pikir-pikir, yang bener-bener halal yakin 100% sih itu...
Se minim itu sih ya makanan yang 100% suci dari ke haraman.

Saya terkadang masih makan kimbab (참치 김밥) atau kimbab segitiga isi tuna (참차 삼각 김밥), tapi beberapa orang juga masih menyangsikan soal tempat pembuatannya dll, plus harus hati-hati karena yang tuna ada yang masih di campur dengan ham (햄). Nanti aku ajari lihatnya yaa....
Ini contoh kimbab tuna yang suci dari babi meski mungkin nggak 100% hikssss







Atau kalau tepat menemukan 'warung' khusus Kimbab, kita bisa pesan kimbab tanpa ham (햄). Biasanya yang terkenal adalah Kimbab Nara (김밥 나라) yang artinya Negara Kimbab atau Kimbab Cheon'guk (김밥 천국) yang artinya Surga Kimbab, wehehehe



Tapi kan ya nggak mungkin makan seperti orang krisis pangan dan ingin kuliner Korea juga donks...
Oke, sabar ada kok, ada...
Mau lengkapnya silahkan dipelajari lengkapnya di guide book yang dibuat oleh pariwisata Korea. Check it out ------>  Muslim Friendly Restaurant


Atau mau gampangnya silahkan berkunjung ke daerah Itaewon, Seoul naik Subway Line 6 exit 3.
Silahkan lihat lagi mengenai Itaewon di postingan saya sebelumnya disini


2. Untuk Residen Sementara

Mungkin yang bertahun-tahun disini bakal lebih susah dan lebih banyak dilemanya. Namanya juga seperti menetap, setiap hari harus memutar otak untuk bagaimana caranya menghindar dari makanan haram di tengah-tengah ke antah berantahan makanan di Korea.

Mungkin saran yang tepat memang masak sendiri.

Akan lebih aman jika masak sayur-sayuran dan tahu. Tempe nggak ada hiksss...

Tapi kalau emang dari awal kitanya amnivora yang makan sayur dan daging nggak bisa salah satunya aja, kalau mau beli daging halal nggak harus ke daerah itaewon aja kok.



Biasanya di setiap kota ada yang namanya toko Asian Mart. Yaitu toko-toko yang menjual barang-barang import-an dari negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Bisa ketemu Indomie, Bumbu masak, Tolak Angin, Sambel Sachet, bahkan cabe rawit dan tempe tapi ya getoooo jangan di rupiahkan, karena harganya jauh beda dengan harganya di Indonesia.

Ya iya laaahh, naik pesawatnya aja berapa. Berat di ongkos, hihi

Nah selain itu di toko ini juga nyediain daging halal yang sudah ada sertifikat Halal dari Korean Muslim Federation, jadi bukan ayam potong dari Indonesia yaa... tapi ayam yang sudah di sembelih secara halal.

Segitu dulu yaaa... nanti kalau ada yang teringat, di tambahin lagi hehe

Annyooong ~
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Wednesday, September 27, 2017

Jalan dan Jalur Kuliah di Korea?

 Youthism     7:42 AM     Study in Korea     2 comments   

Annyong Haseyo...

Begitu banyak DM (Direct Message) di Instagramku yang menanyakan tentang Korea, tentang kuliah dll. Saya tahu, kuliah di luar negeri menjadi impian bagi sebagian besar orang. Dan maaf saya jarang membalas DM di Instagram karena banyak alasan yang nanti saya jelaskan di postingan tersendiri.

Hal-hal seperti itu nggak bisa kalian tanyakan dari 0 pada orang lain. Harus ada usaha untuk cari info dan tanyakan tentang hal-hal yang nggak ada informasinya.

Meski sepertinya saya sudah pernah menjelaskan tentang hal ini di posting-posting sebelumnya, mungkin saya akan lebih 'menegaskan' lagi dengan poin-poinnya. Nah disini saya akan membantu kalian setidaknya 'meraba' dan mencari bayangan tentang jalan atau jalur untuk meraih impian kalian studi ke luar negeri, khususnya Korea Selatan, negara yang saya tinggali sendiri berdasar informasi dari teman dan orang sekitar dan bukan seakurat informasi resmi ya... hehehe.

1. Jalur Beasiswa

Pastinya semua berharap kuliah di luar negeri dengan beasiswa. Siapa sih yang nggak pingin tinggal di negeri impian dengan status 'mahasiswa' , bebas biaya kuliah dan dapat uang saku? Semua pasti ingin diperlakukan seperti anak emas, bukan begitu hahaha..

Nah beasiswa pun jalurnya ada banyak ya... Nggak melulu KGSP yang kalian tahu, tapi banyak lagi jalan menuju roma dengan catatan, kalian rajin cari informasi. Soal KGSP kalian bisa lihat informasinya di situs resmi kedutaan besar Korea Selatan di Indonesia atau di www.studyinkorea.go.kr.
Dan perlu di ketahui kalau mendaftar beasiswa pemerintah macam itu, pastinya tantangannya besar karena saingannya yang bukan main banyak dan syarat yang nggak gampang. Karena saya tidak pernah daftar KGSP, so SEKALI LAGI, jangan tanya sama saya. Hahaha.

Selain itu apa saja? Sebenarnya awalnya saya bukan (belum) pemburu beasiswa jadi nggak begitu tahu informasinya ya soal lembaga-lembaga yang menyediakan beasiswa. Tapi yang saya dengar dari teman-teman, ada beberapa perusahan Korea yang biasanya menawarkan beasiswa. Informasi seperti itu juga tidak akan di dapat kalau kita nggak rajin searching kalau nggak selalu ada.

Kemudian lembaga-lembaga seperti KOICA pun biasanya menyediakan beasiswa. Jadi sekali lagi,
rajin-rajinlah searching!

Ps. Gambar di atas bertulis '장학꿈' (Janghak-kkum) berasal dari 장학 dan 꿈, 장학 adalah beasiswa dan 꿈 adalah mimpi. Beasiswa biasa disebut 장학금 (Janghak-geum) so  it make sense bahwa beasiswa adalah sebuah mimpi sejuta umat. hehe.

Beasiswa Profesor


Lalu ada lagi jalan yang susah-susah gampang seperti beasiswa profesor, karena ini benar-benar untung-untungan. Caranya, cari informasi dan profil profesor di website universitas di Korea sesuai dengan jurusan yang kalian inginkan, kemudian cari emailnya, dan kalian bisa mengajukan studi plan dan segala keperluan lainnya dengan mengirim pada profesor tersebut. Kalau profesor tersebut kepincut, insyaAllah kalian akan diundang. Nah soal ini saya dengar-dengar ya, lengkapnya saya nggak tahu. Barangsiapa yang ingin mencoba ya tinggal siapkan study plan kemudian dokumen pada umumnya yang pasti diperlukan untuk mendaftar beasiswa.

Ps. Plis jangan ngayal ada 교수님(Gyosunim)/ Profesor seperti profesor di samping karena kenyataan tidak seindah drama Korea! wkwkwk.


2. Program Exchange

Bisa dibilang kedatangan mahasiswa Indonesia ke Korea semakin banyak salah satunya berkat program pertukaran pelajar ini. Dan ini lumayan menyenangkan sih bagiku, meskipun jangka waktunya lebih pendek dari mahasiswa biasa, tapi menurutku ini merupakan pengalaman berharga banget.

Misal kita mempertimbangkan kalau kita kuliah disini pasti lebih berat, tingkat stressnya lebih tinggi, suka homesick dan tralala..

Sementara untuk yang exchange,  karena kalian di program untuk datang belajar disini dengan seefektif mungkin dengan waktu yang nggak terlalu lama tapi nggak singkat. Buat yang penasaran sama Korea, rentang 6 bulan - 1 tahun lumayan cukup lah untuk mengeksplor dan mengenal sedikit banyak tentang Korea (kalau kamu aktif dan niat). Dan pasti kamu bakal disediakan program menarik lainnya oleh kampus, dan selain menambah kenalan orang Korea, pasti kamu juga akan nambah teman sesama pelajar exchange dari negara-negara lain, nggak mungkin di bikin garing sih kayak mahasiswa disini yang kadang ngerasa kelamaan pingin pulang (nggak semua gitu sih). Jadi program exchange ini lumayan banget jadi pengalaman berharga.

Caranya ya kuliah yang punya program-program tukar pelajar seperti ini, di Indonesia sudah mulai banyak kok...

3. Program Reguler

Program ini sebenarnya juga mudah-mudah susah untuk di tempuh ya...
Buat kamu-kamu yang mimpi banget bisa kuliah di universitas top Korea di Seoul atau universitasnya para Kpopers yang kamu tahu, sebenarnya nggak sesusah yang kubayangkan.

Beh... mudah?? Nggak juga sih... (gubrak)

Jadi sebagai mahasiswa asing kayaknya kita, sepertinya syarat masuknya nggak seketat anak Korea yang melalui 수능 alias SNMPTN ala Korea, kecuali Universitas negeri macam Yonsei, Korea University atau Seoul National Univ, bagi orang asing kayak kita untuk ke universitas lainnya 'tombak'nya cukup dengan sertifikat TOPIK minimal TOPIK 3, atau TOEFL 550 atau sertifikasi bahasa Inggris resmi lainnya, kalian bakal di terima-terima saja sih.

Contohnya teman-teman asal negara Cina saya. Mereka memang disini awalnya belajar di institut bahasa Korea selama 1 tahun kemudian mereka berhasil dapat TOPIK 3. Menurut saya bahasa Koreanya masih nggak bagus bahkan sangat kaku, apalagi orang Cina kan pronuncation bahasa Koreanya susah banget. Tapi mereka diterima saja ada yang di Kyunghee Univ ada juga yang di Chungang Univ, bahkan orang sekitar yang tahu mereka heran mereka diterima, karena background akademiknya tidak terlalu istimewa (seperti aku, hehe).

Nah yang penting punya sertifikat-sertifikat diatas, melengkapi dokumen dan satu yang berat, BISA BAYAR uang kuliah dan biaya hidup, maka bisa-bisa saja kuliah di Korea, bahkan di Univ yang lumayan bergengsi. Pokok ada TOPIK 3 atau TOEFL dengan score yang ditentukanlah.

Yah begitulah, kelemahan jalur ini adalah kalian harus sanggup bayar uang kuliah di Korea yang satu semesternya udah bisa buat beli tiga sepeda motor huhuhu. Tapi bisa jadi ada tawaran beasiswa kok seperti potongan-potongan SPP, tergantung program kampusnya ya...

Nah, meski itu bukan informasi yang terlalu tepat sasaran setidaknya memberi gambaran saja yang buat kalian ya, siapa tahu dengan info diatas kalian langsung bergerak untuk mewujudkan mimpi study abroad.  Good Luck, 잘해봐요... ~




Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sunday, August 14, 2016

Program Beasiswa saya? Cara Kuliah di Korea?

 Youthism     7:40 AM     Study in Korea     6 comments   

안녕하세요... 



Karena sudah banyak pertanyaan mengenai bagaimana saya bisa kuliah di Korea, bagaimana dapat beasiswa, mau ikuti cara saya sampai dapat beasiswa profesor dll, jadi saya coba pos dan tuliskan dulu.

FYI... Saya ini bisa dibilang dapat beasiswa karena aji mumpung. Jadi beasiswa yang saya dapatkan bukan program beasiswa yang dibuka terus tapi karena adanya 'RELASI' jadi lah saya mendapatkan kesempatan sekolah S2 di Korea. 

Jadi kalau mau tanya 'jalan' saya bisa dapat beasiswa disini itu hanya karena ada satu penawaran saja. Karena pihak univ Korea mau kerjasama sama univ di kota saya, jadilah ada diskusi antar univ yang akhirnya membawa saya kesini. Jadi bukan program tertentu yang membuka 'lowongan' setiap saat kecuali profesor sedang mencari atau ada diskusi tertentu... 

Memang benar ada lumayan banyak program beasiswa Korea di luar sana, ada yang dari pemerintah (KGSP), ada yang dari perusahaan tertentu atau yang lain. Tapi karena saya belum sempat daftar KGSP (udah ada niat tapi keduluan tawaran professor) jadi saya kurang tahu banyak soal itu. Rajin-rajin aja cari informasi, biasanya ada di website resmi kedubes Korea. Di cek ya kawaaaan....

Yang mau kuliah S1 atau S2 di Korea dengan beasiswa maka carilah lembaga-lembaga yang membuka beasiswa. Pemerintah maupun perusahaan Korea. Coba di cek di website NIIED disini atau website study in Korea disini

Kalau nggak lewat beasiswa... 
Untuk S1 sebagai info, SPP di Korea itu persemester (1 semester kurang lebih 4 bulan) = -/+ 3 juta won
Sementara kalau kamu punya nilai TOPIK maka akan ada potongan 50% an. = -/+ 1,8 won
Diluar itu kamu harus memikirkan uang tempat tinggal dan biaya hidup yang sudah sering saya jelaskan sebelumnya. 

Jadi karena saya bukan ikut program pemerintah dan organisasi melainkan relasi universitas, jadi mohon maklum karena tidak tahu banyak.

Double Degree Program

Dan kalau mau alternatif lain biar bisa sekolah di Korea, untuk anak-anak S1... Ada program Double Degree (2+2 Program). Jadi kamu harus cari universitas di Indonesia yang punya program relasi dengan universitas di Korea. Nah program ini adalah... dimana kamu akan mendapatkan dua ijazah setelah lulus dengan menempuh pendidikan S1 2 tahun di Indonesia, 2 tahun di Korea.

Tentunya nggak banyak beasiswa full disini seperti KGSP dll, tapi lebih ke gratis biaya training bahasa, dan keringanan biaya kuliah serta uang tunai setelah kamu dapat sertifikat TOPIK 4 ke atas.

Udah banyak anak Indonesia yang menempuh program ini, kalau memang ada yang butuh info mungkin baru saya postingkan lebih lengkapnya lagi.


Sekian ya singkat saja...

안녕


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Friday, June 24, 2016

Sekolah Bahasa Korea di Korean Language Institute (KLI)

 Youthism     8:19 AM     Study in Korea     34 comments   

안녕하세요...


Beberapa teman pembaca blog ada yang mengirim email dan pesan PM pada saya, dan menanyakan tentang Belajar Bahasa Korea, beasiswa dll. Mungkin saya akan jelaskan di blog juga satu persatu-satu jika sekiranya informasinya juga bakal ditanyakan oleh teman-teman lainnya. 

Pertama-tama mengenai hal yang ditanya, saya akan menjelaskan tentang tempat 아르바이트 (part time)ku di Korean Language Institute (KLI) punya Sunmoon University yang berada di kota Cheonan (천안), Prov Chungcheong Selatan (충청남) yang berjarak 1 jam-an dari ibukota Korea Selatan, Seoul. Saya akan sampaikan setahu saya, meski saya akan coba informasikan sedetail-detailnya.

Apa sih KLI itu? 
KLI itu tempat kursus atau trainning bahasa Korea dengan pengajaran oleh guru-guru Korea yang umumnya lulusan S2 jurusan Teaching Korean as a Foreign Language (외국어로서 한국어교육). Muridnya tentunya hampir semua orang-orang asing atau adapula anak orang Korea yang menikah berbeda negara dan anak tersebut dibesarkan dan diajarkan bahasa negara yang ditinggali. 

Disini juga tempat yang dipilih negara untuk mendidik anak-anak KGSP.

Goal dari belajar di KLI tentunya lulus TOPIK II, minimal level 3 dan maksimal level 6

Apa tujuan murid-murid yang belajar di KLI?
- Sebagian perbelakan bahasa untuk sekolah di universitas Korea S1, S2, S3 baik jalur beasiswa maupun bukan (berbagai jalur program)
- Adapula yang mau bekerja (Ntah kerjanya sejenis TKI atau bukan)
- Adapula yang karena menikah dengan orang Korea, dia diajak tinggal di Korea dan belum bisa bahasa Korea. 

Yah... tujuan apapun boleh kok, bebass... termasuk hanya untuk alasan pingin ngabisin duit, sambil jalan-jalan di Korea. wkwk tapi beneran ada yang gitu, just for have fun, taste the feeling of living in Korea.


Gedung KLI Sunmoon
Bagaimana sistem belajarnya?
Ini tidak bisa dianggap cuma sebagai tempat kursus umumnya aja yang biasa dijalankan seminggu beberapa kali dan beberapa jam saja. Tapi ini lebih mirip kayak sekolah, meski ya lebih leluasa dan beda juga sistemnya. 

Berikut sedikit informasinya :

Jam sekolah : 09.00 - 13.00 KST
Hari : Senin - Jum'at (Kita sabtu dan minggu libur kok, yeay. Tanggal merah libur juga tentunya) 
Semester : Berdasar musim (Semester winter, spring, summer, fall)
Jumlah siswa : Max 15 orang
Libur semester : Setiap semester berakhir ada libur sekitar 10 hari libur 
Guru : Seminggu ganti guru 2 kali, dan selama satu semester 2 guru itu yang menjadi guru kelas. 
Level : 초급1-3 (Beginner), 중급1-3 (Intermediate), 고급1-3 (Advance)

초급1-3 (Beginner)
* Belajar Hangul 
* Belajar percakapan dasar, tata bahasa dan struktur kalimat
* Memperbanyak kosakata dasar, memahami dan belajar budaya Korea, menulis catatan pendek atau diary
* Perkenalan diri, informasi bahasa keseharian
* Setara untuk TOPIK level 1-2


중급1-3 (Intermediate)
* Belajar kosakata umum dan tata bahasa yang diperlukan di keseharian. 
* Memahami dan belajar tentang budaya masyarakat, idiom dan pepatah.
* Belajar berita sederhana, belajar praktik percakapan
* Setara untuk TOPIK level 3-4


고급1-3 (Advance)
* Belajar informasi yang detail dan bermacam-macam, pepatah dan idiom tingkat advance
* Meningkatkan pemahaman tentang budaya Korea, kosakata dan tata bahasa
* Mendengarkan berita TV, opera dan drama, serta meningkatkan kemampuan listening pelajaran di universitas.
* Diskusi mengenai permasalahan umum di kehidupan masyarakat di Korea.
* Setara untuk TOPIK level 5-6

Kenaikan level bukan persemester. Tapi meskipun dalam satu semester hanya sekitar 3 bulanan, disitu akan ada sekali atau dua kali 'proses kenaikan level' dengan ujian. Dari 초급1 ke 초급2 sampai 초급3 akan naik ke 중급1 dan seterusnya.

(Akan ada replacement test dulu saat baru datang, jadi kalau udah ada 'bekal' maka bisa ditempatkan di level yang lebih tinggi dan tidak terlalu lama untuk mencapai ke level atas untuk persiapan TOPIK)

Tuition (SPP) : 1,320,000 won (silahkan dirupiahkan menurut kurs yang ada sekarang) Exclude buku pelajaran (2 buku pelajaran, satu untuk pelajaran di kelas, satu untuk tugas)
Uang pendaftaran : 110,000 won
Kelas Tambahan : (setiap kelas akan menjalani di sela-sela semester, sepertinya tidak di setiap semester)
- Kelas budaya (문화 수업) yaitu kita diperkenalkan ke budaya Korea termasuk mencoba memakai Hanbok 
- Kelas memasak (요리 수업) yaitu kita memasak masakan Korea yang menunya didiskusikan perkelas dan kegiatan memasak diikuti guru dan satu kelas murid (setiap kelas akan berbeda hari dan menu)
Murid KLI saat kelas memasak (Difoto : Murid Jepang & Brazil)
Masakan kita dan Seonsaengnim
- Pekan Olahraga
Ya sejenis kelas meeting lah kalau di Indonesia, jadi pertandingan olahraga ringan antar kelas dan kelompok gitu. Biasaya kita akan diberi kaos baru untuk ini, dan kali ini temanya Descendant of The Sun. hihi


Ekstra Kulikuler :  Gayageum (alat musik Korea), Kelas TOPIK (Les tambahan untuk persiapan TOPIK), Kelas Hanja, dll. (gak hafal)


Bagaimana umumnya cara belajar di kelas?


Saya bukan murid KLI tapi saya pernah masuk dan melihat cara mengajar guru bahasa Korea di kelas. Umumnya : 
- Setiap hari akan diajarkan beberapa tata bahasa (문법) sekaligus, jadi kalau sampai bolos, akan keteteran belajarnya. Maka dari itu pula murid-murid disini lebih cepat menguasai banyak tentang bahasa Korea. 
- Setiap menjelaskan dan memberi contoh, biasanya guru akan langsung 'mengasah' kepahaman muridnya dengan menyuruh mereka membuat kalimat dengan tata bahasa yang sedang dibahas.
- Mulai level 초급3 / 중급1, murid sudah dilarang menggunakan bahasa lain selain bahasa Korea di kelas. Meskipun bertanya, sudah wajib pakai bahasa Korea.
- Dilarang buka HP kecuali untuk kamus. 
- Akan ada game-game sederhana untuk melatih merangkai kalimat dan melatih percakapan. 
- Ada juga permainan tradisional sederhana Korea di dalam kelas. (Jarang-jarang)
- Akan diajari bahasa internet dan bahasa gaul juga. 
- Hampir setiap hari ada Tugas ato PR.. huahaha
- Ada tugas berupa menulis diary sehari-hari
- Hampir setiap hari pula disuruh menghafal (entah kosakata, entah percakapan) Biasanya untuk percakapan, akan dipraktekan di depan kelas bersama teman tanpa boleh membawa catatan apapun (namanya juga mebghafal, hehe)
- Di tingkat level yang sudah atas biasanya akan disuruh bikin presentasi mengenai suatu tema.   

Intinya belajarnya harus sangat aktif, kontinyu dan mendalam. Hal-hal yang biasa tidak kamu temukan di pembelajaran bahasa Korea akan dibahas semua disini agar kita lebih 'mudeng' saat membaur di masyarakat Korea.

Maaf foto-foto kegiatan mengajar di KLI gak jelas karena ini saya diam-diam foto karena takut mengganggu proses belajar mengajar. 


Bagaimana dengan mengajar anak 초급1 yang belum bisa apa-apa?

Pakai bahasa Inggris? Nope. Meskipun hampir semua muridnya murid internasional, tapi banyak dari guru Korea yang tidak bahasa Inggris. Jadi dari awalpun pengantarnya ya bahasa Korea meski ya tentunya dengan penyampaian yang sangat sloooowww... diulang-ulang dan terbatas. Sambil menggunakan media gambar di komputer/ LCD, karena kata-kata tak mampu menjelaskan, jadi awalnya akan banyak diterangkan dari media semacam itu serta gerak-gerik bahasa tubuh juga merupakan cara pengajaran yang efektif untuk yang mulai dari 0.

Tenang... bisa kok, buktinya gurunya berhasil mengubah dari yang 0 sampai bisa dapat TOPIK. hehehe

Kegiatan hiburan lainnya?
- Part time singkat : Biasanya ada dibeberapa kesempatan ada tawaran dari pihak KLI untuk murid-murid KLI untuk bekerja part-time berjamaah, hehe. Jadi misal ada perkebunan besar yang butuh tenaga, mereka cari anak-anak sekolah yang mau kerja. Sehari biasa dapat sekitar \ 35,000 - \ 50,000
- Barbeque Party 
- Pertemuan dan makan-makan per negera
- Trip ke Lotte World atau Everland : Kayaknya sih bayar \ 50,000
- Pertukaran bahasa dengan anak Korea 
- Kegiatan sosial 
- dll

Salah satu destinasi trip, Everland

Soal part time?
Di dalam sekolah ada satu part time mengelola karung goni. 
Tapi diluar sekolah, dimanapun di sudut korea gak sulit kok cari part time. Asal usaha dan mengikuti peraturan (karena orang luar negeri) gak boleh seenaknya sendiri juga soal part tima jadi ya mudah saja. Pelajar asing umumnya nggak boleh part time leih dari 20 jam perhari. 

Bagaimana menurut saya tentang KLI ini?

Bukannya saya disuruh promosi sih... 
Tapi dengan melihat anak-anak yang sedang belajar maupun yang sudah mentas dari KLI ini saya pikir lumayan amazing guru-gurunya bisa mengajari anak-anak yang awalnya kemampuan Koreanya 0 putul, beberapa bulan udah bisa komunikasi sama orang Korea. 

Kata teman sih... Dia yang nggak tahu apa-apa tentang bahasa Korea, disini 1 minggu dia sudah lancar menulis Hangeul. Kemudian 6 bulan berikutnya dia sudah bisa mengerti dan mendengar bahasa Korea dan sudah bisa komunikasi meski yang belum expert expert amat tapi sudah lumayan apalagi dia belum lama disini. 

Apalagi yang sudah hampir setahun disini, hampir dipastikan sudah bisa dan mudeng kalau mau omong-omongan sama orang Korea. Meskipun soal TOPIK itu tergantung usaha masing-masing, tapi banyak yang lulus TOPIK meski belum mencapai level advance. 

Kapan boleh ikut TOPIK II?
Disarankan saat sudah di kelas minimal level intermediate 1, tapi kalau sudah PD, kapanpun boleh. Karena nantinya Kantor KLI akan membuka pendaftaran test TOPIK di saat-saat sesuai jadwal, dan yang mau daftar ya silahkan daftar, yang belum berkehendak ya tidak usah dulu juga tidak apa-apa. Haha... 

Boleh ikut TOPIK I juga?
Of course, yes. 

Biaya TOPIK di Korea?
TOPIK I : \ 35,000
TOPIK II : \ 40,000

Kekurangannya?

Mahal sih memang... Biaya segitu 13 juta rupiah bisa dibuat SPP semesterannya S2 kalau di Indonesia mah... haha.
Tapi bukan KLI ini yang mahal, tapi biaya di Korea memang begini, silahkan survey KLI lain, pasti lebih kurang sama saja harganya. Nyesek... 

Biaya \1,320,000 tadi termasuk apa saja?
Mohon diingat biaya diatas hanya SPP KLI saja. 
Belum asrama KLI, belum uang buku, apalagi biaya hidup... dll. 

Berapa harga buku pelajaran ?


(Setiap level beda) 
Buku pelajaran : \ 13,000 - \ 20,000
Buku tugas : \ 7000
(Harga bisa berubah sewaktu-waktu, hanya memberi taksiran saja)










Asrama KLI?
Satu kawasan tentunya dengan KLI. Kalau jalan sekitar 10 menit. 
Dan tentu kebanyakan siswa jalan kesana. Atau yang males, kayak abang bule-bule ya pake skateboard gitu... hahaha.

Mau tau soal asrama juga? Oke sekalian saja... 

Harga : \ 685,000 an (silahkan di rupiahkan sendiri)
Periode : Sama dengan sekolah. Persemester.
Liburan : Bayar lagi perhari \4,000 
Fasilitas : 
- Makanan 2 kali sehari (10 kali per minggu), Hari sekolah saja, saat libur Sabtu-Minggu makanan kantin tidak dapat tapi tetap buka di jam yang sama (tapi bayar, huhu)
Libur tanggal merah jika itu hari senin - jum'at maka tetap dapat makan.
- Satu kamar 4 orang (2 kasur tingkat)
- 4 meja belajar 
- 4 lemari baju
- AC
- Penghangat ruangan
- Kamar mandi, Wastafel, WC (Ada setiap lantai)
- Microwave (Ada setiap lantai)
- Dapur (2 kulkas [1 kulkas untuk muslim, 1 kulkas umum]
- Ruang Gym/ Fitness
- Convenience store
- Ruang Belajar
- Ruang pertemuan 
- Ruang TV di lantai 2
- Bilyard
- Lapangan Basket
- Lapangan Futsal
- Lapangan Tennis 
- Lapangan Bola
- Tempat laundry gratis (ada pengering bayar \500 tapi sebenarnya gak usah pakai pengering udah kering karena mesin cucinya udah canggih, tinggal pencet 2 tombol dan bekerja sendiri, ganti air, dan keringkan)
Guest Room : Yang keluarganya datang bisa menginap disini, satu kamar \ 20,000. Satu kamar 2 orang, kulkas, TV, kamar mandi dalam. (exclude makanan kayaknya)

Kalau mau cari tempat tinggal yang lebih murah dan mau tinggal diluar dorm, boleh juga kok....tidak wajib.

Apakah masih ada pertanyaan? Silahkan tulis komentar dibawah... 
Atau ada yang mau mendaftar? Boleh juga tulis komentar atau PM saya.. Hehe

Oke... that's all..
다음에 또 봐요... ~



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Monday, May 23, 2016

Pertimbangan untuk Hidup di Korea (Suka Duka Hidup di Korea)

 Youthism     5:04 AM     Life in Korea, Study in Korea     122 comments   

안녕하세요..
Assalamualaikum...

Depan Deoksugung (덕수궁)
Lama sekali saya tidak nongol di blog ini. Bukan karena kehabisan bahan, tentu saja sebaliknya, karena menjalani 'kehidupan baru' di negeri orang, sebenarnya ceritanya malah bertumpuk-tumpuk, semua-muanya bisa menjadi cerita,bisa jadi hiburan dan jadi pelajaran buat saya.Tapi karena satu hal yang pasti 'KESIBUKAN',apa daya... saya tidak punya banyak waktu luang. Setiap ada waktu luang saya memilih untuk mengistirahatkan otak dari segala aktifitas berfikir dan merebahkan badan dari banyak gerakan.. wkwkwk

Maafkan diriku yang suka berbasa-basi...

Meski belum juga genap 3 bulan di Korea, meski juga saya belum benar-benar memahami negara ini, tapi sudah banyak hal yang bisa saya ceritakan pada orang-orang. Khususnya bagi orang-orang yang ingin sekali datang kesini entah hanya untuk berlibur, entah untuk sekolah, bekerja maupun cari jodoh. Uhuk uhukkk...

Kenapa saya menuliskan ini adalah... biar anda-anda atau teman-teman sekalian yang punya rencana disini selain berlibur, semoga saja bukan hanya berdasarkan hanya karena 'ingin' saja. Karena suka Kpop, karena pingin jalan-jalan, karena pingin makan siang tiap hari di namsan tower, karena ingin kelihatan beken atau karena pingin ketemu jodoh orang samsung, dll.

Begitu juga agar anda semua tahu bahwa anak Indonesia di Korea itu isinya bukan hanya jalan-jalan dan Kpop tour. Mereka ternyata punya banyak kegalauan... hhihihihi

Jadi pertimbangan untuk memutuskan sekolah di Korea itu harus benar-benar karena alasan-alasan yang lebih relevan dan realistis, jiaahh... maksudnya bukan hanya karena 'nafsu' belaka. Tapi lebih karena kebutuhan dan melihat kesanggupan pada diri, kalau nggak bisa semaput... bener deh.

Saya akan menceritakan garis-garis besarnya saja secara singkat dulu, meski bisa dibilang belum 100% akurat, tapi inilah yang aku lihat dari pengalaman sendiri dan melihat pengalaman orang lain.

1. Korea sebagai Tempat Berlibur

Deoksugung (덕수궁)
Oke, pertama-tama saya akan bahas topik yang ringan tapi membutuhkan biaya yang gak ringan pula pastinya. Wkwkwk. Sebagai tempat liburan of course as you all know, Korea is interesting. for me it's recommended... Korea adalah negara yang bisa dinikmati setiap sudutnya. Bahkan melihat kumpulan bangunan dengan tulisan-tulisan Korea mungkin bisa jadi objek foto. hehehe.


Dan pemandangan yang bersih dengan corak tradisinya yang khas akan membuat kita tidak akan bosan dengan setiap bagian di Korea. Mau jalan-jalan di kota Seoul doank aja kagak bakal habis-habis. Satu deret di sekitar Deoksugung aja ada banyak tempat buat kita foto-foto dan explore. Ada Gwanghwamun, Gyeongbukgoong, Cheonggyecheon, Sejong Iyagi... dll.
Nanti di kesempatan lain akan aku sebut lebih detail yaaa....

Depan Deoksugung (덕수궁)


2. Korea sebagai Tempat Kuliner

Soal kuliner. Meski makanannya banyak yang kurang cocok dengan lidah Indonesia, meski yang enak juga ada, tapi jarang ada yang lebih enak dari makanan Indonesia. hoho. Mungkin selera sih ya karena kita sudah terbiasa dengan cita rasa makanan dengan ragam rempah-rempah di Indonesia.

Menurut survey di lapangan, lidah-lidah Indonesia seperti kita, lama kelamaan bisa eneg makan makanan Korea yang kadang rasanya hampir mirip semuanya. Menurut hasil pengamatan pada diri sendiri beberapa orang asing mengatakan kalau makanan Korea itu 'bentuknya saja yang menggoda' tapi rasanya.. Hmmm... Bukan nggak enak banget sih, lebih ke nggak cocok aja. hehehe

Memang sih saya belum mencoba semua makanan Korea karena saya hanya konsumsi makanan yang aman bin 'halal' bin bebas dari ngok-ngok (oo) dan alkohol, jadi makanan yang saya coba pun terbatas. Ini memang soal selera, tapi saya akan menjabarkan soal makanan untuk muslim saja ya... karena lainnya saya nggak paham. hehe

Makanan Korea yang menurut saya sangat bisa dinikmati adalah... Bulgogi. Pasti tahu dooonk...
Rasanya enak banget... Harga berkisar 10.000 won keatas (Sekitar Rp 100 ribu lebih) Tapi karena saya ditraktir sama profesor, jadi rasanya makin enak. Wkwkwkwkwk

Bulgogi (불고기)
Soal ramyun (mie Korea)... Ramyun instan yang sering sekali ditanyakan pada saya adalah Samyang Ramyun pedas Buldarkbokkeum-myun (불닭볶음면). Nampaknya dia populer di Indonesia tapi saya nggak pernah menyadari sebelum berangkat ke Korea.Hehehe

Dan saya belum pernah makan sekalipun karenaaaa....  Hampir tak ada ramyun instan Korea yang suci dari campuran babi (jiah). Kalaupun ada produk mie instan Korea yang dijual di Indonesia seperti Shin Ramyun yang dijual di indomaret, itu sudah di 'versi'kan ke halal. Jadi produksinya beda. Shin Ramyun yang dijual di Korea kebanyakan masih versi non-halal. Begitupula 불닭볶음면 di Korea, tidak ada yang halal. Jadi saya belum pernah makan, justru yang dijual di Indonesia kemungkinan halal... Tapi lebih baik cek logo dulu ya...

Dan kesimpulannya, kamu akan kesusahan makan di Korea karena kamu muslim dan kedua karena mahal sekali.

3. Korea sebagai tempat belajar (sekolah)

Dan yang ketiga ini adalah tujuan saya datang ke negara ini. Yaps, sekolah...
Berpengalaman baru 3 bulan tapi saya sudah bisa sedikit memberitahukan suka duka yang dirasakan mahasiswa mahasiswa khususnya dari Indonesia saat datang kesini.

Sebenarnya saya ini nggak paham apakah Korea ini negara yang excellent pendidikannya sehingga peminat foreignernya cukup banyak. Ataukah dia begitu terkenal dan banyak yang datang karena pengaruh entertainment yang memang cukup mendunia, atau karena dia memang negara maju, macan asia kedua setelah Jepang. Saya belum benar-benar paham soal itu...

Yang jelas, saya sangat menginginkan sekolah disini sudah diluar ambisi seorang Kpopers, karena saya sudah lama pensiun dari dunia fangirl. Tapi jika saat ini saya belum dapat kesempatan sekolah keluar negeri dan mendapat penawaran sekolah dimana saja, saya tetap pilih Korea, karena skill dan bakat saya adalah bahasa Korea. Masa mau belajar bahasa Korea di UK? hehehehe.

Sembari sekolah S2 yang kelasnya hanya ada seminggu sehari saja (tiga matkul, yeaaayy) saya bekerja di sebuah Korean Language Institute (KLI/ 한국어교육원) di kota Cheonan (천안). KLI ini tempat belajar bahasa Korea buat siapa aja dengan tujuan apa saja, dan tentu saja untuk foreigner dan anak orang Korea yang dibesarkan di luar negeri dan menggunakan bahasa negara lahirnya.

Ada yang tujuannya untuk sekolah S1 S2 maupun S3 yang disyaratkan TOPIK 3 untuk bisa lanjut, ada yang untuk kerja, ada yang karena nikah sama orang Korea, ada pula yang cuma untuk senang-senang (kebanyakan duit kali ya...)

Dan kesulitan setiap anak dari setiap negara mungkin beda-beda. Tapi kurang lebih beberapa hal yang harus anda ketahui sebagai pertimbangan saat ingin sekolah keluar negeri maupun tinggal dengan alasan apapun adalah berikut...

a. Harga di Korea mahal

Mungkin ini bukan masalah besar, tapi lumayan jadi masalah utama bagi orang Indonesia.
Biaya hidup lumayan besar. Biaya makan, biaya transportasi, dan biaya jajan... hehehe

Bayangkan saja, kalian mau beli snack sejenis lays atau citato aja paling murah harganya 1500 won, yang sebanding 15000 rupiah. Kalau di Indonesia itu kan sudah bisa dapat ayam lalapan. huhu...

Dan cemilan kayak tteokbokki aja harganya 3000 won / 30000 rupiahan. Di Indonesia itu kita udah dapat makanan mahal di resto. Dan disini kita cuma dapat jajanan pinggir jalan. Sedih..


Indomie Import-an Korea
Dan yang paling kelihatan adalah harga produk import Indonesia yang sewaktu-waktu pasti kita butuhkan. Indomie disini satu bungkus harganya setara dengan 6000 rupiah, dan satu kotak tolak angin yang di Indonesia cuma 30ribuan disini 120000 rupiah. Wohohooo.

Makan bibimbap 7000 won, bulgogi 10000 won, sekali naik bus kotanya 1500 won.
Ya tinggal kalian kalikan 10 aja (kira-kira/bisa lebih) dan jadilah angka rupiah.

Transportasinya juga nggak kalah membebani. Kalo di Indonesia naik angkot ke pasar naik angkot atau bis kota aja cuma 4000 - 5000 yang itu aja udah di anggap mahal. Di Korea.... 1500 won an yang berarti 15000 rupiah lebih. Kalau di Indonesia harga segitu udah bisa dibuat naik bis antar kota jarak tempuh 2 jam an... huhuhuhu



Ya emang sih sebagian teman bilang, "Jangan rupiahkan harga". Kalau setiap mau beli dan kita konversi uang ke rupiah, maka yang jadi malah kita nggak akan jadi beli apa-apa. Tapi yang saya tekankan adalah, kalau uang yang kita bawa kesini adalah uang rupiah, maka kita akan membutuhkan jumlah rupiah yang sangat besar. Contohnya saat kita masih minta kiriman orang tua untuk membiayai keperluan hidup kita di Korea, kalau nggak anaknya orang borju banget, sepertinya bakal sangat berat.

Mungkin hal seperti ini bukan hanya di Korea, tapi di banyak negara lain, mengingat nilai tukar rupiah kita masih lemah, tapi yang jelas... Ini gambaran harga di Korea buat kalian yang ingin mengira-ngira. Apalagi buat orang seperti saya yang sangat otak hemat dan perhitungan. wkwkwk.

Jadi kalau mau pakai uang di Korea dengan tenang maka carilah sumber dana dari Korea pula. Misal dari beasiswa yang sudah mencakup banyak hal (bukan tuition saja) atau kerja kita yang nominalnya dengan won, bukan rupiah. Hehe pendapat, kecuali duit kalian mau di dollarkan juga masih banyak so no problem...


b. Rencana sekolah sambil bekerja

Hal seperti ini banyak ditawarkan bahkan direncanakan oleh banyak mahasiswa, khususnya mahasiswa dari Indonesia. Nekat berangkat meski belum dapat beasiswa, karena ada kabar dan rekomendasi bahwa di Korea bisa memenuhi biaya sekolah dengan bekerja.

Ya memang cari kerjaan (khususnya part time) di Korea buat mahasiswa luar negeri kayak kita nggak sulit (gampang banget juga nggak). Dan hasilnya kalau di konversikan di Indonesia (lagi-lagi) ya lumayan banyak. Tapi kalau disetarakan dengan biaya hidup di Korea saya masih belum bisa mengkalkulasi dengan jelas.



Perjamnya 6000 won kalau di rupiahkan 60.000 rupiah lebih. Lumayan banget kaaaan...
Tapi mengingat biaya hidup di Korea besar juga, jadi ya nggak bisa disetarakan dengan rupiah juga kecuali uang itu di transfer ke Indonesia. Dan kerjaannya pun macam-macam, dan seperti yang mungkin kaian duga, kerjaannya butuh tenaga. Bukan hanya seperti input-input data di komputer, tapi yang lebih banyak adalah seperti cuci piring, pramusaji, kelola barang bekas, dan sejenisnya.

Tapi hal lain yang mungkin agak sedikit nggak terpikirkan adalah... bukan saja biaya sekolah yang berat (30 juta rupiah persemester) tapi kita masih harus mikirin biaya sampingannya yang nggak bisa dikesampingkan sama sekali. Seperti biaya tempat tinggal, makan dan transportasi.

Di beberapa kampus di Korea, untuk biaya kuliah mahasiswa asing yang berhasil dapat TOPIK 3 maka akan mendapatkan potongan SPP sebesar 50% jadi biaya SPP asal itu bisa menjadi sekitar 18 jutaan. Nah kalau TOPIK 4 dapat potongan 55% dan TOPIK 5 & 6 berapa ya... Ku lupa ntar dicari lagi, wkwk mianhae.

Terus untuk asrama kalau di rupiahkan kita kira-kira butuh 7 juta rupiah persemester, dan ingat, semester disini bukan 6 bulan. Dan jika semester kuliah berakhir, maka berakhir pula kontrak asrama kalian. Ada biaya sendiri untuk tinggal di asrama saat libur.  

Belum makannya. Kalo mau masak, harap diketahui kalau harga sayur satu iket aja 1000 won, tomat 6 biji 5000 (50puluh ribu rupiah!) begitu pula kentang 5ribu won, tahu 1500 won... wahhh.... sesuatuh banget dah pokoknya.

Belum lagi, kerja sambil sekolah itu sebenarnya nggak gampang. Oke, memang kuliah jadwalnya nggak full dan rutin kayak sekolah, sama lah kayak perkuliahan di Indonesia. Tapi bagaimana dengan tugas dan waktu belajar kita? Kadang kita butuh waktu luang untuk itu, tapi karena kerja part time yang memakan waktu dan tenaga.
Mau mengejar pendapatan agar cukup untuk biaya sekolah, maka jam kerjanya pun butuh banyak. Alhasil nggak bisa konsen belajar. Kita udah capek, jadi itu agak terganggu. Mungkin ini nggak berlaku buat pejuang keras yang no excuse, dan suka tantangan. Tapi kebanyakan manusia itu kan suka berkeluh kesah... (kata Al-Qur'an, hehe) Sedih, tapi kenyataan kan?


c. Bahasa Korea

koreandaily.com

Tidak semua kampus mewajibkan mahasiswa luar negeri bisa berbahasa Korea. Untung sekali jika yang diterima di universitas Korea yang punya international class yang mumpuni dengan pengajaran berbaha Inggris. Jadi banyak juga yang sudah beberapa lama kuliah di Korea tapi dia hampir dikatakan belum mengerti bahasa Korea. Ada pula yang nggak bisa bahasa Korea sama sekali tapi diterima beasiswa KGSP.

Tapi.... Yang lebih banyak terjadi disini adalah
- Setelah diterima beasiswa dia harus pelatihan bahasa Korea dahulu selama 1 tahun di Korean Language Institute (KLI). Meski KLI nya nggak bayar, dia harus memenuhi syarat TOPIK level tertentu untuk bisa melanjutkan kuliahnya. Kalau dalam batas waktu tertentu dia belum lulus TOPIK juga. Maka beasiswa batal diberikan dan dia dipulangkan tanpa ampun.... huhu hehehe.
- Adapula yang gak diwajibkan TOPIK tapi dosennya ngajar pake bahasa Korea. Serasa berada di planet lain, nggak bisa nangkep pelajaran apapun dan harus mati-matian cari materi serupa yang berbahasa Inggris.



Dan sistem pelajaran KLI itu pada umumnya satu semester hanya 3 bulan. Pelajaran dibagi menjadi level-level beginner (1,2,3), intermediate (1,2,3), advanced(1,2,3). Satu semester biasanya bakal naik 1 - 3 level tergantung nilai. Pelajaran senin - jum'at jam 09.00 - 13.00. Kehadiran yang nggak memenuhi syarat maka nggak bisa meneruskan ijin tinggal di Korea (berkaitan dengan visa)

Melihat kegiatan siswa-siswa KLI, memang lumayan berat. Karena kita dilatih untuk fasih bahasa dalam 1 tahun. Dan sekalipun kita sudah lulus TOPIK, jika kita masuk ke perkuliahan. Maka masalah baru kita adalah perbendaharaan kata. Banyak sekali kata-kata 'berat' yang keluar dan tidak kita mengerti sama sekali.

Bahasa itu gampang-gampang susah. Kalau niatnya kalah, pasti stress banget untuk survive di negara orang tapi punya kendala bahasa.

Dan masalah satu lagi adalah masalah homesick... hehehe..
Baper banget waktu menyadari kita tahunan berada di negara orang dan kehilangan momen bersama keluarga dan nggak bisa menikmati makanan dengan rasa lidah sesuai kita. kekekek..

Jadi konklusinya... 
Untuk pergi ke Korea (mungkin berlaku untuk di negara lain), khususnya untuk sekolah..
Hal yang perlu dicermati dan sangat diperhitungkan adalah soal

- Tuition alias SPP sekolah 




Yang biasanya persemesternya 4 bulan dengan SPP berkisar ₩3 juta/ semester.





- Tempat tinggal
Entah mau tinggal di 기숙사 (dorm/ asrama universitas)
Berkisar minimal ₩500000 (exclude makanan) - ₩800000 (exclude makanan)/ 4 bulan
Atau dorm KLI (Korean Language Institute) yang saya tinggali berkisar ₩700000 (include makanan/3 bulan)
Masa libur sekolah (방학) bayar sekitar ₩5000/perhari  














하숙집

atau 원룸 (one room)


- Makanan

Entah itu makanan asrama (harga berkisar ₩3000 - ₩4000 sekali makan, tapi tidak semua asrama kampus menyediakan makanan halal untuk muslim)

Atau masak sendiri (dengan bahan sayur dan buah yang mahal (5-10 kali lipat dari Indonesia), daging ayam ₩5000 perekor, makanan instan dan makanan jadi yang HALAL langka)

- Transportasi

Bus sekali jalan ₩1350 (Kalau oper bisa gratis)




 










Taksi sekali jalan argo minimal sekitar ₩3000 













Naik kereta bawah tanah (지하철) tergantung jarak, tapi biasa minimal harga ₩1250 - ₩1350  
 















Sekian...
Tujuan saya ini bukan untuk menakut-nakuti kalian yang ingin belajar di Korea. Semua juga tahu banyak sekali anak Indonesia yang sukses sekolah di Korea maupun negeri manapun tanpa kendala besar. Semua relatif tergantung kemampuan masing-masing. Tapi tujuan saya menulis ini adalah untuk menghindari kasus yang sama yang sudah saya temui disini. Banyak juga anak-anak  yang ingin mengundurkan diri, protol dan putus asa karena kurangnya taksiran yang tepat soal keuangan maupun kemampuan akademis sendiri. Sementara itu berarti mereka sudah rugi waktu dan uang. Jadi buat semua, jangan hanya ambisi karena suatu maksud tertentu saja. Tapi ukur dulu kemampuan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan di luar negeri yang sebenarnya nggak mudah ^^ Way to go!!


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Saturday, March 19, 2016

Sekilas Kehidupan Asrama di Korea

 Youthism     11:29 PM     Study in Korea     46 comments   

안녕하세요...

Melanjutkan cerita yang sebelum-sebelumnya. Meskipun ini lumayan latepost tapi gak apa-apa, dari pada cerita hanya disimpan diingatan lalu terlupa, mending di simpan disebuah tulisan. Jiaaaah...

Setelah kami melalui perjalanan panjang dari Jakarta ke Incheon, mampir tersesat di Seoul, baru beberapa jam kemudian kami tiba di kampus kami di Cheonan. Huuufff... rasanya lega, angin surga begitu tahu kami bisa sampai tujuan dengan cara bolang di negeri orang.

Dengan sebelumnya sempat 'otot-otot'an dengan supir taksi Korea yang umumnya suka marah dan emosian *semua sih bilang gitu. Tapi begitu melihat nama kampus kami, akhirnya semua pun bahagia termasuk pak supir taksinya. kwkwk


Foto diatas kampus kami, tapi ini bukan kampus utama, melainkan kampus khusus pembelajaran bahasa Korea biasa disebut KLI (Korean Language Institute).
Jadi di kampus ini aku bukan mau kuliah atau sekolah, tapi ditempat ini aku diminta bekerja part time, gituuu..



Jarak sekitar 500 m lebih ada bangunan ini. Bangunan inilah tempat tinggalku, yups... ini adalah asrama mahasiswa yang bernama 'Sunghwa Gisuksa'.

Penghuninya hampir semua orang luar Korea dan mayoritas orang Jepang, aku tinggal disini sama sekitar 20 mahasiswa Indonesia disini. Seneng deh, bisa bertemu dengan banyak teman-teman satu bangsa. Hehehe

Buat yang bercita-cita kuliah di Korea, dan ingin tahu kehidupan asrama beserta fasilitasnya. Saya akan jabarkan sekilas saja ya...

Asrama saya memang yang kelas menengah, bukan seperti asrama di drama-drama, yang satu kamar hanya berdua dan punya ruangan yang luas *karena bayarnya mahal. Tapi jujur saja ini sudah cukup nyaman dan cukup fasilitas bagi saya...
Ini saja saya asrama gratisan, diberi beasiswa oleh kampus jadi ya bersyukur banget lah ya....


Di dalam kamar yang satu kamar ada 4 orang. mungkin banyak orang akan berpikir kalau kamar segini nggak cukup besar untuk 4 orang tapi sebenarnya kalau harus tinggal dengan menyepi dinegeri orang itu lumayan menderita, jadi punya banyak teman di satu kamar itu lumayan jadi penghibur tersendiri bagi saya. Apalagi jika teman-temannya yang nice seperti yang saya punya :D

Saya tinggal di lantai 3 dari 7 lantai di asrama ini. Ternyata untuk roommate maupun tetangga satu lantai asrama ini memang di kelompokan. Di kamar saya ini kebanyakan orang Asia tenggara, semua anak Indonesia ada di lantai ini, juga banyak anak Vietnam, Thailand juga beberapa dari Iran. Sementara untuk yang bule-bule atau dari negara dari Asia Timur seperti Taiwan dan Jepang, dikelompokkan lagi entah masing-masing di lantai berapa.

Berikut pemandangan luar asrama saya yang sangat '친환경' alias ramah lingkungan. Pemandangan kurang ceria karena pohon masih tak berdaun, gundul akibat cuaca dingin ekstrim winter.



 

Meskipun nggak terlalu jauh dari Seoul, di Korea ini banyak sekali daerah-daerah yang pemandangannya masih alam banget. Liat aja tuh pemandangan di sekitar asrama kampusku. Bener-bener nuansa alam... Kota ini juga punya daerah metro atau downtownnya  [시내 (sinae)] yang bernama 신새계, yang sebenarnya romanisasinya 'Shinsaegye' tapi ditulis dengan 'Shinsegae', yang punya arti 'dunia baru'.

Peraturan Umum Asrama
Fasilitas penghangat lantai dan AC


Pembatas asrama cewek dan cowok. Ini adalah ruang dimana jika ke kanan maka kita akan ke dorm wanita, dan kiri ada dorm laki-laki. Dan tepat di daerah sini ada beberapa cctv, jadi jangan haap ya ada yang mau menyelinap ke asrama lawan jenis. Anda pasti akan dipergoki!!



Makanan Asrama : 

Semua yang tinggal di asrama ini akan difasilitasi  makanan 10 kali perminggu, alias 2 kali sehari. Lalu bagaimana makanan siangnya? Sebenarnya karena mungkin asumsinya, siang kita-kita pada sekolah, jadi makanan siang disini jadi berbayar lagi. Tapi untuk yang berdompet pas-pasan seperti saya, kita punya strategi jitu yang bukan rahasia lagi dikalangan asrama. Karena makan kita kayak di sekolah drama-drama yang ada prasmanan dan jatah dagingnya lumayan jumbo porsi, jadi kita bisa ambil nasi agak banyak dan bekal sebagian untuk makan siang. Jangan disimpan terlalu lama, makanan disini fresh, jadi kalau kita simpan terlalu lama bisa bikin penyakit. 
Bagaimana makanan muslim??

Don't worry... saya nggak tahu ya bagaimana di kampus yang lain, tapi sejak prof kampus ini mempromosikan kampusnya, beliau sudah menerangkan kalau disediakan makanan halal di kampus ini. Saat kita antri untuk mengambil jatah lauk daging kita, petugas sudah dengan sendirinya tahu kalau kita muslim dia akan mengambilkan daging dari tempat makanan yang berbeda. Sebagian, makanan pengganti daging babi untuk kita yang muslim itu daging ayam, octopus (gurita), cumi-cumi dan juga ikan-ikan seperti tempura. Hmmm... Alhamdulillah... 

Berikut 'model' makanan asrama yang sempat saya foto. Hihi. Kalian semua yang akan hidup di asrama harus terbiasa dan harus mempersiapkan lidah untuk setiap harinya makan masakan Korea seperti kimchi, asinan dan olahan sayur lainnya yang rasanya kadang terasa aneh, nggak jelas dan bikin ilfil. Tapi it's okay... jangan meremehkan makanan, mungkin karena lidah kita terbiasa dengan kekayaan rempah-rempah, tapi makanan Korea itu bisa dibilang lumayan sehat *diluar yang mengandung babi. 




Kadang-kadang kita juga disediakan western food yang memang yummy banget, tapi ingat ini junk food yang agak jadi momok buat yang diet... Kalau buat saya nggak apa-apa lah sekali-kali. hehe




Soal Sabtu - Minggu yang nggak disediakan makanan gimana?? Buat yang non-muslim apalagi yang 부자사람 (orang kaya) mungkin bisa asyik aja makan kemana-mana atau simpan stok makanan instan di kamar.

Tapi buat kita muslim yang sangat terbatas hidup di negara seperti ini. Kudu pilah-pilah lagi harus beli bahan makanan yang gimana, karena kurang lebih hampir semua rumah makan ber-babi, jadi mungkin baiknya kita bikin makanan sendiri.

Bukan hanya soal halal-haram, satu hal yang harus disadari soal Korea adalah... semua-muanya mahal! Mau beli bahan makanan itu rasanya nyesek. Jadi kudu bijak, kalo nggak perkiraan biaya hidup bisa membengkak.

Karena di kampusku ada microwave disetiap lantai dan ada dapur di lantai bawah, sehingga ini menunjang kita saat self-cook. Tapi jujur saja, saya nggak punya banyak mood untuk masak, jadi saya biasa menggunakan microwave. Memasak Indomie stok sejak datang dari Indonesia, memasak telur, kentang (harganya mahal, 1 kresek kalo dirupiahin 50ribu). Ya memang agak melas.. tapi ya namanya juga suka duka di negeri orang, apalagi saya berusaha berhemat.

Awal kali ingin makan nasi tapi nggak tahu harus beli beras dimana, ternyata di Korea ini ada jual nasi instan juga looh... semua serba instan ya. Dia udah di pack seperti di bawah (오뚜기밥 & 햇반), tinggal di hangatkan di microwave aja sekitar 2 menitan. Harganya sekitar 1000 won an, iya... mahal kalau di rupiahin, makanya sebisa mungkin kita menolak kenyataan dengan tidak merupiahkan setiap won yang kita keluarkan. huhuhu.

Lauknya? Ada '닭가정' emang kalau di terjemahkan dia memang daging ayam. Tapi bodohnya saya gak baca komposisi dulu yang ternyata dia mengandung babi, jadi campuran gitu. Jadi saya beri saja pada teman non muslim saya. Jangan tertipu disini, karena meski judulnya ayam, tetep aja dicampur-campuri daging haram itu. huhuhu sedih.


Jadinya saya cukup makan sama telur... yang satu pak isi 36 butir harga 2500 won. Lumayan murah lah... saos sambel aja harganya 4000 won. hikss..



Makanan alternatif yang yummy lain yang kita bisa beli di mart seperti seven-eleven dan CU (Sejenis indomaret). 주먹밥 dengan harga sekitar 800 - 900 won yang sejenis nasi kebal dan pilihan isi berbagai macam dan yang halal hanya isi tuna mayones. huehehehe... tapi enak kok, sambil minum susu seharga 1,500 won.
Susu dan 주먹밥 sejenis nasi kepal 


kulkas muslim yang khusus disediakan di asrama




Kalau pun bisa makan diluar, yang bisa saya makan hanya 떡볶이 (tteokbokki) dan 어묵 (eomuk) yang hanya terbuat dari tepung beras dan ikan-ikanan like this...




Saya belum bisa banyak menyimpulkan, tapi selama 3 minggu tinggal disini. Memang beberapa hal sudah saya benar-benar rasakan sebagai keluhan disini adalah..
1. Jarangnya makanan halal yang bukan hal yang mengejutkan sebenarnya.
2. Cenderung sangat mahal untuk bahan makanan seperti sayuran dan buah serta produk lain.
3. Kita akan merindukan cita rasa makanan Indonesia yang begitu kuat.
4. Sangat rindu rasa masakanan pedas, karena pedas di Korea itu kalau nggak cuma bohongan ya cuma pedas sakit dilidah, bukan pedas nikmat karena kebanyakan pedas buatan dari bubuk dan bahan kimia.

Satu lagi,  yang terkenal di kalangan mahasiswa disini adalah produk 'no brand' milik E-mart sejenis Giant nya Indonesia. Kalau Giant mengeluarkan beberapa produk dengan merk 'giant', kalau e-mart selain mengeluarkan produk e-mart sendiri, dia juga ada produk no brand, yang semuanya ditujukan agar bisa memberi harga yang lebih murah dari yang lain-lain yang sudah bermerk.






Tapi lucu juga siiih... kalau disini namanya tak bermerk itu ya cuma dibungkus plastik biasa, ini malah di pajang nama 'no brand' gitu. Tetap aja itu jadi brand nya dah...

Tapi ya itu sih pelarian kami kalau sudah lelah melihat semua yang mahal.. hehehe

Udah dulu, sampai sini reviewnya... disambung lagi mengenai kehidupan mahasiswa Indonesia di Korea kalau uda ada mood..

huehehehe

안녕












Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Older Posts Home

환영합니다 Welcome To

환영합니다 Welcome To

Q & A (Tanya Jawab)

안녕하세요.. Sebelumnya terima kasih atas apresiasinya atas Blogku yang sebenarnya tujuan awal dibuat hanya untuk 'majalah dinding'...

About Me

Blog Pribadi +
Tempat corat-coret apa saja tentang Korea.
Perempuan, 1991, Malang - Jawa Timur
Belajar tentang "Teaching Korean as Foreign Language" di Korea Selatan.

instagram : @titatri91

(jgn kirim DM ttg study di Korea, silahkan tanya di blog)

(I'm not a KGSP Student. Jangan tanya tentang beasiswa ya... *I don't know much, beasiswaku karena 'relasi')


Sorry, don't ask about another sosial media account like kakao, line, whatsapp.

Semua bisa ditanyakan lewat kolom komentar blog saja^^;


Pretty busy nowadays.. No many updates..


Terima kasih sudah berkunjung di blog saya ^^

Semua foto dengan watermark adalah foto pribadi..

Blog Archive

  • ▼  2018 (15)
    • ▼  October (2)
      • Jurusan Bahasa dan Sastra yang di Sepelekan
      • Mengatasi Sulitnya Cari Makanan Halal di Korea
    • ►  September (1)
    • ►  July (3)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2017 (16)
    • ►  December (2)
    • ►  September (4)
    • ►  May (4)
    • ►  February (3)
    • ►  January (3)
  • ►  2016 (43)
    • ►  November (5)
    • ►  August (7)
    • ►  July (10)
    • ►  June (10)
    • ►  May (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (5)
  • ►  2015 (35)
    • ►  December (3)
    • ►  October (5)
    • ►  September (27)
  • ►  2012 (10)
    • ►  February (10)
  • ►  2011 (2)
    • ►  April (2)

Popular Posts

  • Dari Mantan Kpop-ers untuk Para Kpop-ers (Jangan Terlena)
    안녕하세요... Ini nasehat terbuka dari mantan Kpopers buat semua Kpopers tercinta yang ada dimuka bumi ini... Jangan cuma cerita senang-...
  • Daftar Sertifikasi Ujian TOPIK di Indonesia
    Haii... Assalamualaikum, 안녕하세요.. 까꿍!! Setelah tiga tahun lamanya saya kembali ke blog ini. Lamaaa banget! 쾌..~ 오래 됐어! Mohon maaf untuk bl...
  • Pertimbangan untuk Hidup di Korea (Suka Duka Hidup di Korea)
    안녕하세요.. Assalamualaikum... Depan Deoksugung (덕수궁) Lama sekali saya tidak nongol di blog ini. Bukan karena kehabisan bahan, tentu saja...
  • Sekilas Kehidupan Asrama di Korea
    안녕하세요... Melanjutkan cerita yang sebelum-sebelumnya. Meskipun ini lumayan latepost tapi gak apa-apa, dari pada cerita hanya disimpan diing...
  • Tips Belajar Bahasa Korea secara Otodidak
    안녕하세요.. Assalamualaikum... Orang yang otodidak itu menurutku punya dunia (yang asik) sendiri... Nggak ada yang nyuruh dia belajar, tap...
  • Mengurus Visa Jepang di Seoul - Korea
    안녕하세요 ~ Kali ini saya mau berbagi buat orang-orang Indonesia yang tinggal di Korea dan ingin mengurus visa ke Jepang. Pengalaman sempat...
  • Tata bahasa Korea lampau - Perbedaan -(으)ㄴ/ -던/ -았던/었던
    안녕하세요... Oke kali ini saya akan kembali ke sesi tata bahasa. Sebagai orang yang sudah lama mempelajari bahasa Korea, saya menyatakan ba...
  • Bahasa Korea untuk Belanja (Jual Beli)
    안녕하세요... Nah kali ini mungkin buat yang suka belajar bahasa Korea dan juga buat yang bakal datang ke Korea untuk berkunjung atau lainnya...
  • Antara Mahasiswa Muslim, Korea dan Orang Korea
    Assalamualaikum...  안녕하세요.. Lama sekali saya tidak update blog ini, dan karena sebenarnya saking kebanyakan bahan, saya jadi bingu...
  • Apa yang bikin susah belajar Bahasa Korea? (Bahasa Korea vs Bahasa Indonesia)
     안녕하세요... 오랜만에 블로그 안했지만 계속 방문해주실 거죠? Para pembaca yang baik hatinya (bukan Mario Teguh), Masih setia dengan blog ku kan?? Sebenarnya ...

Categories

Advanced (8) Beginner (3) Belajar Bahasa Korea (26) Cerita & Bacaan (9) Drama Korea (1) Fakta & Budaya (10) Intermediate (5) Kosakata (3) Kpop (5) Lagu dan Lirik (4) Life in Korea (21) Study in Korea (8) Tata Bahasa Korea (8) Test TOPIK (15) Translate Challenge (9) Wisata Korea (16)

Live Traffic Feed

Google Plus

Youthism
View my complete profile

Followers

Copyright © FuntastiKorea | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates